5 Fakta Sejarah Kerajaan Kandis, Bukti Atlantis Yang Hilang

5 Fakta Sejarah Kerajaan Kandis, Bukti Atlantis Yang Hilang

Full Subject – Alih-alih Kutai yang muncul di Kalimantan Timur pada abad keempat sebagai yang tertua, kerajaan Kandis disinyalir sebagai kerajaan paling kuno di Indonesia. Meskipun memang dibandingkan Kutai, nama Kandis jauh lebih tidak dikenal. Hingga saat ini, keberadaan Kandis masih jadi perdebatan karena bukti sejarah yang ada sungguh minim. Kurangnya bukti ini juga lantaran Kandis diyakini sudah ada jauh sebelum tahun masehi dimulai.

Mitologi Minangkabau kuno meyakini kalau salah satu putra Iskandar Zulkarnain yang diyakini sebagai Alexander Yang Agung yakni Maharaja Diraja adalah raja pertama di Nusantara yang di masa lampau dijuluki pulau Emas. Sementara dua saudara lainnya yakni Maharaja Alif berkuasa di benua Ruhum Eropa dan Maharaja Dipang di negeri China sana. Untuk Maharaja Diraja sendiri, diyakini bahwa dirinya adalah pendiri kerajaan Kandis.

Berikut ini adalah fakta-fakta sejarah Kandis yang hingga kini masih diperdebatkan kebenarannya.

Kerajaan Tertua di Indonesia

Di desa Padang Candi yang terletak di kelurahan Lubuk Jambi, kabupaten Kuantan Singingi di provinsi Riau sana, ada reruntuhan bangunan dan batu-bata kuno. Diyakini kuat kalau itu adalah bekas bangunan pemujaan di masa sebelum masehi dan sudah berusia ratusan tahun lampau. Hal inilah yang meyakini kalau Kandis adalah kerajaan tertua di Nusantara, lebih kuno daripada kerajaan Melayu Jambi, Salakanegara hingga Kutai.

Pusat Kerajaan Misterius

Dalam mitos Lubuk Jambi, disebutkan kalau Maharaja Diraja tiba di Nusantara dengan berlabuh di Bukit Bakar/Bukit Bakau dan membangun istana Dhamna. Daerah yang hijau subur dengan sungai jernih itu jadi pusat kerajaan Kandis. Lewat analisis topografi modern, diyakini kalau Kandis ada di hutan adat Lubuk Jambi, kini hutan lindung Bukit Betabuh. Hal ini diperkuat dengan penemuan batuan karst sebelum Bukit Bakar.

Hancur Diserang Melayu Jambi

Konon kabarnya, Kandis hancur karena serangan kerajaan Melayu Jambi. Saat itu pasukan Jambi melabuhkan perahu-perahu mereka di sebuah lubuk. Sekedar informasi, lubuk dalam bahasa melayu kuno diyakini sebagai bagian sungai yang dalam. Pasukan tentara Jambi memanfaatkan lubuk sebagai pangkalan saat menyerang Kandis.

Pencetus Sejarah Minangkabau

Mitos kehancuran Kandis juga memberikan pengaruh ke masyarakat Minangkabau. Di mana saat itu di sekitar Kandis muncul kerajaan-kerajaan baru salah satunya adalah Koto Alang di Botung (desa Sangau) yang dipimpin raja Aur Kuning. Koto Alang memulai perang dengan kerajaan Kancil Putih di bukit Selasih tapi akhirnya kalah dari Kandis.

Tak ingin diperintah Kandis, Aur Kuning pun pindah ke Jambi dan beberapa Patih serta Tumenggungnya memilih kabur ke Merapi (Sumatera Barat) atau Minangkabau. Di tanah Minang, sang Patih mendapat gelar Datuak Partatiah nan Sabatang dan sang Tumenggung bergelar Datuak Katumanggungan yang akhirnya melahirkan dasar adat Minangkabau.

Kandis Adalah Atlantis?

Melihat peninggalan kerajaan Kandis, tampak begitu mirip dengan sketsa kerajaan Atlantis dalam mitos Yunani Timeus dan Critias karya Plato (360 SM). Dalam tambo (cerita turun temurun) masyarakat Lubuk Jambi yakin kalau istana Dhamna masih ada tapi tertimbun hutan lebat. Tampak begitu identik dengan kisah Atlantis, benua yang hilang. Atlantis sendiri adalah negeri subur nan makmur tapi hancur karena bencana alam dan mungkin di karenakan masyarakatnya yang sudah sangat sering bermain Situs Judi Online pada zaman kerajaan kandis.

Kendati begitu minim bukti-bukti sejarahnya, Kandis tetap diyakini sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Lepas dari kebenaran mengenai keturunan Alexander Yang Agung, kerajaan Kandis ikut berperan serta dalam cikal bakal peradaban masyarakat Tanah Air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *