Tak Banyak Yang Tahu Ini 5 Fakta Kerajaan Sriwijaya

Tak Banyak Yang Tahu Ini 5 Fakta Kerajaan Sriwijaya

Full Subject – Sejarah Indonesia tak lepas dari yang namanya kerajaan-kerajaan kuno dengan salah satunya ialah kerajaan Sriwijaya. Yap, jauh sebelum masa kemerdekaan dan hidup bersama dalam satu bendera Merah Putih, Indonesia adalah kepulauan yang banyak dikuasai kerajaan. Pengaruh budaya, tradisi dan peninggalan kerajaan-kerajaan kuno itulah yang membentuk bagaimana kebudayaan Tanah Air hingga saat ini.

Di pulau Sumatera, kerajaan yang begitu dikenal adalah Sriwijaya. Dalam bahasa Sanskerta, Sri pada kata Sriwijaya bermakna gemilang sementara Wijaya adalah kemenangan atau kejayaan. Sehingga bisa diartikan kalau Sriwijaya adalah kemenangan yang gilang-gemilang dan dibuktikan lewat pencapaian hebat kerajaan Sriwijaya.

Dalam berbagai bukti sejarah, Sriwijaya awalnya dipengaruhi budaya India lalu Hindu dan akhirnya kerajaan Sriwijaya menganut agama Buddha serta berperan aktif dalam penyebarannya di Nusantara. Konon kekuasaan Sriwijaya membentang dari Kamboja, Thailand selatan, Semenanjung Malaya, pulau Sumatera hingga Jawa Barat dan Jawa Tengah. Supaya Anda lebih mengenal, berikut ini adalah lima fakta sejarah Sriwijaya.

Tahun Berdiri Misterius

Meskipun dianggap sebagai salah satu kerajaan kuno paling berpengaruh di Indonesia hingga Asian Tenggara, tahun pasti berdirinya Sriwijaya sangat misterius. Hingga saat ini bukti tertua yang pernah ditemukan justru dari China. Di mana pada tahun 682 M, seorang pendeta Tiongkok dari Dinasti Tang bernama I Tsing sempat singgah selama enam bulan d Sriwijaya sebelum belajar agama Buddha di India.

Selama di Sriwijaya, Tsing belajar bahasa Sanskerta dan mengetahui kalau Sriwijaya saat itu dipimpin oleh Dapunta Hyang. Hal ini diperkuat dengan prasasti Kedukan Bukit (683 M) di Palembang mengenai Dapunta Hyang yang membawa 20 ribu tentara berhasil menaklukan beberapa wilayah selama 8 hari. Sehingga disimpulkan bahwa kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 dengan raja pertamanya Dapunta Hyang.

Armada Laut Sangat Kuat

Masa kejayaan Sriwijaya terjadi pada abad kesembilan hingga kesepuluh masehi sejak raja Balaputeradewa. Saat itu Sriwijaya begitu berkuasa atas jalur perdagangan maritim di selat Malaka dan selat Sunda. Karena sebagai pengendali rute perdagangan rempah, Sriwijaya membebani bea dan cukai setiap kapal dan hidup kaya raya. Hal ini pula yang membuat armada laut Sriwijaya begitu dikatkuti dan sangat kuat.

Cikal Bakal Bahasa Indonesia

Masyarakat Sriwijaya saat itu menggunakan bahsa sanskerta dan melayu kuno termasuk dalam kegiatan perdagangan. Karena kekuasaan Sriwijaya yang kuat dalam hal perdagangan, bahasa melayu kuno pun tersebar hingga Semenanjung Malaya. Hingga akhirnya melayu kuno itupun terus berkembang dan menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.

Ibukota Pindah ke Yogyakarta

Tak banyak yang tahu kalau ibukota Sriwijaya bukanlah Palembang saja. Karena sebelum Balaputradewa berkuasa, ibukota Sriwijaya pernah pindah ke Jawa, tepatnya di Yogyakarta. Perpindahan itu terjadi di masa pemerintahan raja Dharanindra Sanggramadhananjaya (Rakai Panangkaran) pada 775, raja Samaragrawira (Rakai Warak) saat tahun 782 dan raja Samaratungga (Rakai Garung) di era 792.

Runtuh Karena Majapahit

Kendati begitu digdaya, Sriwijaya akhirnya runtuh juga akibat dari kekalahan judi online. Kemunduran Sriwijaya bermula di tahun 990 M saat raja Dharmawangsa di Jawa mengirimkan bala tentaranya. Lalu Kerajaan Colamandala menyulut api perang di bawah perintah Rajendra Chola I tahun 1025. Tak berhenti, kerajaan Singosari juga melakukan ekspedisi Pamalayu ke wilayah kekuasan Sriwijaya. Puncaknya, Majapahit menyerang Sriwijaya tanpa ampun tahun 1477 M.

Kini Sriwijaya memang tinggal sejarah. Namun peninggalan yakni candi-candi luar biasa masih bisa ditemukan di berbagai wilayah bekas kekuasaannya. Situs-situs sejarah ini seolah bukti kalau kerajaan Sriwijaya punya pengaruh besar dalam perkembangan Indonesia.

Inilah 5 Kerajaan Hindu Tertua Paling Terkenal di Indonesia

Inilah 5 Kerajaan Hindu Tertua Paling Terkenal di Indonesia

Full Subject – Semua sudah tahu bahwa kerajaan Hindu memiliki sumbangsih besar dalam peradaban masyarakat Nusantara. Sebelum agama Islam masuk dan bangsa Portugis datang, Nusantara terdiri dari berbagai kerajaan yang berkuasa silih berganti. Dari banyaknya era itu, Hindu diyakini sebagai agama pertama yang tiba di bumi Indonesia. Tak heran kalau kerajaan-kerajaan kuno memiliki corak Hindu.

Ada banyak sekali kerajaan Hindu di Indonesia. Namun mungkin hanya beberapa yang masuk kategori sangat terkenal dan berpengaruh. Disebut demikian karena memiliki banyak sekali peninggalan sejarah yang bisa dinikmati hingga saat ini. Jika Anda penasaran, maka berikut ini adalah lima kerajaan tertua yang pernah ada di Indonesia yang berdasarkan agama Hindu.

Kerajaan Kutai

Bisa dibilang kalau Kutai Martadipura adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Diyakini sudah terbentuk sekitar abad ke-4, Kutai berpusat di hulu sungai Mahakam, Muara Kaman, Kalimantan Timur. Pendiri kerajaan Kutai adalah Maharaja Kudungga dengan gelar anumerta Dewawarman. Namun raja yang paling populer dan membawa Kutai ke kejayaan adalah Mulawarman, cucu dari Kudungga.

Ada cukup banyak peninggalan sejarah kerajaan Kutai. Beberapa di antaranya adalah arca-arca dari perunggu atau batu, tujuh yupa di sekitar Muara Kaman pada 1879 dan 1940 serta kalung China yang terbuat dari emas.

Kerajaan Tarumanegara

Jika Kutai adalah kerajaan tertua berdasar agama Hindu di Indonesia, maka kerajaan Hindu tertua di pulau Jawa disematkan kepada Tarumanegara. Berkuasa di wilayah barat Jawa pada abad ke-4 sampai ke-7 maheshi, Tarumanegara memegang teguh agama Hindu yang beraliran Wisnu. Setidaknya ada 12 raja yang memimpin Tarumanegara dengan Purnawarman sebagai raja yang paling dikenal dan sering disebutkan dalam Prasasti.

Kerajaan Medang

Seringkali disebut sebagai Mataram Kuno atau Mataram Hindu, pusat kerajaan ini ada di Tawa Tengah. Berdiri pada abad ke-8, kerajaan Medang pindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Sebelum runtuh pada awal abad ke-11, Medang memiliki banyak sekali peninggalan sejarah besar bagi Indonesia. Salah satunya adalah ketika Rakai Panangkaran berkuasa yang menjadi awal mulai Wangsa Syailendra.

Sejarah dunia mengetahui kalau Wangsa Syailendra-lah yang membangun dua candi terbesar di Indonesia yakni candi Borobudur dan candi Prambanan. Selain kedua candi itu, kerajaan Medang juga meninggalkan benda berserajah yakni candi Kalasan, Plaosan, Sewu, Mendut dan Ijo. Bukti betapa berpengaruhnya kerajaan Medang di pulau Jawa masa lampau dan ikut berperan serta menyebarkan agama Hindu di Nusantara.

Kerajaan Kediri

Terdapat di Jawa Timur, kerajaan yang berdiri antara tahun 1042-1222 ini juga kerap disebut dengan kerajaan Panjalu. Pusat kerajaan Panjalu adalah di kota Daha yang sekarang ada di sekitar kota Kediri. Setidaknya ada delapan raja yang memimpin Kediri, tapi yang paling dikenal adalah Prabu Jayabaya. Selain candi dan prasasti, peninggalan Kediri adalah sastra klasik seperti kitab Kakawin Bharatayudha, Krenayana dan Smaradhana.

Kerajaan Singosari

Seringkali ditulis dengan Singhasari, kerajaan ini berpusat di Jawa Timur. Didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222, diperkirakan kerajaan Singosari ada di daerah Singosari, Malang. Ada dua perbedaan para pemimpin Singosari yakni versi Pararaton yang dimulai oleh Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi dan versi Nagarakretagama yang berawal pada Rangga Rajasa Sang Girinathaputra.

Bagaimana? Ternyata agama Hindu pernah memiliki pengaruh dan penganut yang memainkan permainan Bandar Sakong sangat besar di Nusantara kan? Tak heran kalau akhirnya kini Hindu diakui sebagai salah satu agama utama di Indonesia. Semua ini tak lepas dari sumbangsih beberapa kerajan Hindu yang pernah berkuasa di Nusantara.

Inilah 5 Kerajaan di Indonesia Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah

Inilah 5 Kerajaan di Indonesia Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah

Full Subject – Berdiri sejak tahun 1945, sejarah bangsa ini tak lepas dari banyaknya kerajaan di Indonesia yang pernah begitu perkasa berkuasa. Datangnya bangsa Eropa di akhir abad ke-15 adalah awal mula penjajahan di Indonesia. Saat itu bangsa Portugis dan Belanda silih berganti memonopoli perdagangan rempah-rempah hingga 350 tahun lamanya. Tak berhenti, Indonesia pun dijajah oleh Jepang selama 3,5 tahun sebelum akhirnya merdeka.

Meskipun beberapa kali dijajah bangsa asing, negeri ini tetap kuat mempertahankan adat-budaya luhur yang terpengaruh banyak kerajaan di Indonesia. Sejarah mencatat kalau ternyata sejak awal abad masehi bermula, kerajaan pertama yang muncul di Nusantara adalah kerajaan Kandis, alih-alih kerajaan Kutai seperti yang diketahui dalam sejarah. Dari berbagai peemuan sejarah, kerajaan Kandis disinyalir ada di Sumatera.

Hanya saja dalam perkembangannya, Sejarah Kerajaan Kandis masih kalah dengan kerajaan di Indonesia yang bercorak Hindu, Budha atau Islam lainnya. Dan dari banyaknya kerajaan yang pernah berkuasa di Nusantara, berikut ini tujuh di antaranya yang dianggap paling berpengaruh dalam roda sejarah bangsa Indonesia :

Kerajaan Banten

Seperti namanya, kerajaan yang berdiri pada abad ke-16 ini berpusat di kota Banten. Konon kerajaan Banten didirikan oleh salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa yang sangat tersohor, Wali Songo, yakni Sunan Gunung Jati. Punya pengaruh kuat di Asia Tenggara, kerajaan Banten pernah jadi pusat perdagangan dengan komoditi utamanya adalah lada. Di awal tahun 1500-an, Banten adalah pelabuhan terbesar kedua setelah Sunda Kalapa.

Kerajaan Sriwijaya

Jika kerajaan Kediri bercorak Hindu dan kerajaan Banten bernafaskan Islam, kerajaan Sriwijaya menyebarkan pengaruh agama Buddha bahkan hingga di kawasan Asia Tenggara. Kedigdayaan kerajaan yang ada di abad ke-8 sampai ke-12 ini ditopang oleh armada laut dan perdagangan yang begitu kuat. Menguasai selat Malaka, Sriwijaya berhubungan erat dengan Malaysia, China dan India. Masa kejayaan Sriwijaya dipimpin oleh Balaputra Dewa.

Kerajaan Singosari

Bercorak paduan Hindu-Buddha, Singosari bisa ditemukan beberapa kilometer di sebelah utara kota Malang. Kerajaan Singosari (Singhasari) diyakini sudah ada sejak 1222-1292. Secara sejarah, Singosari adalah penerus suksesnya Kediri di Jawa Timur. Ken Arok diyakini sebagai raja pertama Singosari setelah membunuh Tunggul Ametung karena cintanya pada Ken Dedes. Namun raja Singosari paling termahsyur dan sukses adalah Kartanegara.

Kerajaan Kutai

Meskipun Kandis adalah kerajaan pertama, tetapi Kutai hingga saat ini dikenal sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Berdasarkan agama Hindu, Kutai diyakini sudah muncul pada abad ke-4 dan berpusat di Kalimantan Timur. Berlokasi di dekat sungai Mahakam, raja pertama Kutai adalah Kudungga. Namun di masa pemerintahan Mulawarman, Kutai mencapai puncak kejayaan. Kematian Maharaja Setia Dharman adalah akhir dari Kutai.

Kerajaan Majapahit

Inilah kerajaan terbesar yang paling berpengaruh dan pernah ada di Indonesia yakni kerajaan Majapahit. Bercorak Hindu, Majapahit berdiri pada 1293-1500. Hampir seluruh pelosok Nusantara dikuasai Majapahit mulai dari pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Lombok hingga Timor Timur. Karena kekuasannya yang besar, Majapahit mampu mempengaruhi Asia Tenggara.

Pertama kali didirikan oleh Raden Wijaya, masa keemasan Majapahit justru dimulai saat Hayam Wuruk berkuasa. Seorang raja yang besar pasti ditemani patih yang luar biasa dan Hayam Wuruk memiliki Gajahmada.

Meskipun kini tinggal sejarah, berbagai kerajaan yang disebutkan itu tetap memiliki peninggalan untuk penerus bangsa. Entah situs-situs candi atau prasasti, itu semua membuktikan betapa kaya dan luhurnya budaya kerajaan di Indonesia yang pernah berkuasa di masa kuno dulu.

Fakta-Fakta Sejarah Wali Songo Yang Jarang Diketahui

Fakta-Fakta Sejarah Wali Songo Yang Jarang Diketahui

Full Subject – Bicara soal penyebaran Islam di Indonesia tak akan bisa dilepaskan dari keberadaan sejarah Wali Songo. Anda tentu sudah tahu kalau kesembilan penyebar agama Islam di tanah Jawa ini sudah muncul pada abad ke-14 di tiga wilayah penting tanah Jawa. Kehadiran Wali Songo sendiri merupakan akhir dari masa dominasi Hindu-Budha di Nusantara.

Sekedar gambaran singkat, kesembilan tokoh besar itu adalah Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Ampel (Raden Rahmat), Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrahim), Sunan Drajat (Raden Qasim), Sunan Kudus (Ja’far Shadiq), Sunan Giri (Raden Paku/Ainul Yaqin), Sunan Kalijaga (Raden Sahid), Sunan Muria (Raden Umar Said) dan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Namun Wali Songo memiliki banyak sekali fakta yang jarang diketahui masyarakat umum. Berikut ini ulasannya.

Punya Kemampuan Sakti

Sebagai penyebar agama Islam, Wali Songo memang begitu disegani oleh masyarakat. Namun lepas dari itu, banyak yang meyakini kalau kesembilan Sunan ini adalah sosok-sosok sakti mandraguna yang memiliki kemampuan ilmu tenaga dalam. Beberapa mitos menyebutkan kalau Wali Songo ini kebal terhadap senjata, mampu menghilang hingga bisa berjalan di atas air. Namun para wali ini tetap ingin dikenal sebagai muslim yang taat.

Berhubungan Keluarga

Sejarah Wali Songo tak bisa dilepaskan dari hubungan kekerabatan yang ada di antara mereka. Ketika kerajaan Majapahit melemah, Sunan Gresik datang untuk mendirikan padepokan belajar agama. Beliau kemudian memiliki putra bernama Raden Rahmat yang akhirnya menjadi Sunan Ampel. Selama di padepokan, Sunan Ampel juga belajar dari sepupunya yakni Joko Samudro alias Raden Paku yang nantinya jadi Sunan Giri.

Kemudian, Sunan Ampel memiliki dua orang putra yakni Raden Makhdum dan Qasim yang akhirnya jadi Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Sunan Bonang mendirikan padepokan, dirinya berkenalan dengan Raden Sahid yang akhirnya menjadi Sunan Kalijaga. Kalijaga kemudian menikah dengan Dewi Soejinah dan melahirkan Raden Said yang mendapat gelar Sunan Muria.

Tak berhenti di situ, Sunan Muria yang merupakan cucu dari Raden Usman Haji ini berteman dengan Ja’far Shadiq yang kelak menjadi Sunan Kudus. Baik Sunan Kalijaga, Muria dan Kudus ini akhirnya menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah.

Keturunan Raja

Sejarah Wali Songo berkaitan dengan kerajaan islam di indonesia karena banyak dari mereka adalah keturunan atau cukup dekat dengan raja-raja Jawa. Bahkan Sunan Gunung Jati adalah cucu dari Prabu Siliwangi sang pemimpin Kerajaan Padjadjaran. Tak heran kalau Gunung Jati akhirnya jadi pemimpin Kerajaan Cirebon setelah sang paman, Pangeran Cakrabuana. Sementara itu Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban, Arya Wilaktika.

Pencetus Budaya Jawa

Agar Islam bisa diterima dengan masyarakat Jawa, Wali Songo melakukan akulturasi budaya sehingga sejarah Wali Songo identik dengan banyak tradisi Jawa hingga masa kini. Salah satunya adalah Sunan Kalijaga yang memberi sentuhan jimat Kalimosodo milik Prabu Puntodewo yang sebetulnya adalah kalimat syahadat. Padahal sebelumnya, Prabu Puntodewo dikenal sebagai bagian wayang Purwa yang bercorak Hindu.

Tak hanya itu saja, ada banyak lagu ciptaan Kalijaga yang populer dan dikenalkan turun-temurun ke masyarakat Jawa seperti Ilir-Ilir dan Gundul-Gudul Pacul. Kalijaga pun menggagas keberadaan baju takwa yang serupa dengan baju-baju adat Jawa.

Melihat dari fakta-fakta yang ada, tak heran kalau Wali Songo hingga saat ini begitu termahsyur. Bahkan hampir setiap saat makam-makam para wali ini selalu ramai dikunjungi. Semua ingin menyaksikan bukti sejarah Wali Songo yang tak bisa dilepaskan dengan peradaban masyarakat muslim Jawa.

Berpengaruh Besar, Inilah 5 Kerajaan Islam Paling Tua di Indonesia

Berpengaruh Besar, Inilah 5 Kerajaan Islam Paling Tua di Indonesia

Full Subject – Tingginya jumlah muslim di Indonesia tak lepas dari banyaknya kerajaan Islam yang pernah ada di Nusantara pada masa lampau. Tak heran kalau akhirnya kini Indonesia mendapat status sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Bumi. Dari banyaknya kerajaan-kerajaan bernafaskan Islam itu, ditemukan pula berbagai peninggalan sejarah yang sangat bermakna.

Meskipun dulu Nusantara begitu dikenal karena kekuasaan Sriwijaya atau Majapahit yang sama-sama bercorak Hindu/Buddha, agama Islam perlahan masuk menjadi kekuatan baru. Dan dari banyaknya kerajaan, berikut ini lima di antaranya, kerajaan Islam di Nusantara paling tua yang memberikan pengaruh besar bagi roda sejarah bangsa Indonesia.

Kerajaan Perlak

Di saat kekuasaan Sriwijaya masih cukup kuat di Nusantara, Perlak muncul dengan dasar agama Islam yang sangat luhur. Sejarah mencatat kalau Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia karena konon sudah berdiri sejak tahun 840 masehi. Kerajaan ini akhirnya bergabung dengan Samudra Pasai dan berakhir di tahun 1292. Lokasi kerajaan Perlak sendiri diyakini di Aceh bagian timur.

Kerajaan Ternate

Tak hanya di Sumatera dan Jawa, pengaruh agama Islam juga menyebar hingga pelosok Tanah Air. Yang cukup kuat tentunya adalah kerajaan Ternate yang ada di Maluku sana. Berdiri pada tahun 1257 dan bertahan hingga 1950 masehi adalah bukti kalau kerajaan Ternate sangatlah kuat. Ikut serta menjadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia, kerajaan Ternate menerapkan hukum Islam secara total sejak abad ke-15.

Kerajaan Samudra Pasai

Samudra Pasai mungkin bisa dikenal sebagai kerajaan Islam di Sumatera yang paling populer. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1267 masehi dengan pusat di Aceh Utara. Setelah kerajaan Perlak ikut tunduk, Samudra Pasai terus memperluas kekuasaannya hingga mampu bertahan sampai tahun 1521. Masuknya Islam secara resmi dan luas dimulai di Samudra Pasar pada abad ke-13 saat ditemukannya makam Sultan Malik as-Saleh.

Kerajaan Pagaruyung

Bicara soal agama Islam di pulau Sumatera tentu tak bisa dilepaskan dari Sumatera Barat. Bahkan di saat kerajaan Hindu-Buddha masih cukup berkuasa, masyarakat etnis Minang sudah memiliki aturannya sendiri dan akhirnya mendapat pengaruh kuat agama Islam. Tak heran kalau salah satu kerajaan tertua beragama Islam di Indonesia ditemukan di tanah Minang. Dan kerajaan itu adalah Pagaruyung yang berdiri tahun 1347.

Pengaruh Islam di Pagaruyung berkembang pada abad ke-16 melalui musafir dan guru-guru agama dari Aceh serta Malaka. Anda bisa melihat jejak kekuatan Pagaruyung dengan berkunjung ke Istano Basa yang ada di Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sayang karena Perang Padri, kerajaan Pagaruyung pun runtuh karena berada di dalam pengawasan kolonial Belanda pada tahun 1825.

Kerajaan Cirebon

Meskipun selama berabad-abad dikuasai oleh Majapahit, Islam pun masuk ke tanah Jawa. Tepatnya pada tahun 1430, kerajaan Cirebon muncul dan berlandaskan agama Islam. Berpusat di Jawa Barat, Cirebon pernah dipimpin oleh salah satu Wali Songo, para ulama penyebar Islam di Jawa yakni Sunan Gunung Jati pada 1479 masehi. Di bawah pemerintahan Sunan Gunung Jati, Islam tersebar ke seluruh wilayah Jawa Barat.

Melihat kelima ulasan kerajaan-kerajaan di atas, terbukti bahwa Islam tersebar di Indonesia karena beberapa kerajaan penting. Melalui kerajaan, Islam bercampur dengan masyarakat lokal setempat hingga akhirnya menjadi agama terbesar di Indonesia. Tak heran kalau akhirnya masih banyak peninggalan kerajaan Islam yang malah menjadi pusat destinasi wisata saat liburan untuk memainkan permainan Judi Poker hingga saat ini.

5 Fakta Sejarah Kerajaan Kandis, Bukti Atlantis Yang Hilang

5 Fakta Sejarah Kerajaan Kandis, Bukti Atlantis Yang Hilang

Full Subject – Alih-alih Kutai yang muncul di Kalimantan Timur pada abad keempat sebagai yang tertua, kerajaan Kandis disinyalir sebagai kerajaan paling kuno di Indonesia. Meskipun memang dibandingkan Kutai, nama Kandis jauh lebih tidak dikenal. Hingga saat ini, keberadaan Kandis masih jadi perdebatan karena bukti sejarah yang ada sungguh minim. Kurangnya bukti ini juga lantaran Kandis diyakini sudah ada jauh sebelum tahun masehi dimulai.

Mitologi Minangkabau kuno meyakini kalau salah satu putra Iskandar Zulkarnain yang diyakini sebagai Alexander Yang Agung yakni Maharaja Diraja adalah raja pertama di Nusantara yang di masa lampau dijuluki pulau Emas. Sementara dua saudara lainnya yakni Maharaja Alif berkuasa di benua Ruhum Eropa dan Maharaja Dipang di negeri China sana. Untuk Maharaja Diraja sendiri, diyakini bahwa dirinya adalah pendiri kerajaan Kandis.

Berikut ini adalah fakta-fakta sejarah Kandis yang hingga kini masih diperdebatkan kebenarannya.

Kerajaan Tertua di Indonesia

Di desa Padang Candi yang terletak di kelurahan Lubuk Jambi, kabupaten Kuantan Singingi di provinsi Riau sana, ada reruntuhan bangunan dan batu-bata kuno. Diyakini kuat kalau itu adalah bekas bangunan pemujaan di masa sebelum masehi dan sudah berusia ratusan tahun lampau. Hal inilah yang meyakini kalau Kandis adalah kerajaan tertua di Nusantara, lebih kuno daripada kerajaan Melayu Jambi, Salakanegara hingga Kutai.

Pusat Kerajaan Misterius

Dalam mitos Lubuk Jambi, disebutkan kalau Maharaja Diraja tiba di Nusantara dengan berlabuh di Bukit Bakar/Bukit Bakau dan membangun istana Dhamna. Daerah yang hijau subur dengan sungai jernih itu jadi pusat kerajaan Kandis. Lewat analisis topografi modern, diyakini kalau Kandis ada di hutan adat Lubuk Jambi, kini hutan lindung Bukit Betabuh. Hal ini diperkuat dengan penemuan batuan karst sebelum Bukit Bakar.

Hancur Diserang Melayu Jambi

Konon kabarnya, Kandis hancur karena serangan kerajaan Melayu Jambi. Saat itu pasukan Jambi melabuhkan perahu-perahu mereka di sebuah lubuk. Sekedar informasi, lubuk dalam bahasa melayu kuno diyakini sebagai bagian sungai yang dalam. Pasukan tentara Jambi memanfaatkan lubuk sebagai pangkalan saat menyerang Kandis.

Pencetus Sejarah Minangkabau

Mitos kehancuran Kandis juga memberikan pengaruh ke masyarakat Minangkabau. Di mana saat itu di sekitar Kandis muncul kerajaan-kerajaan baru salah satunya adalah Koto Alang di Botung (desa Sangau) yang dipimpin raja Aur Kuning. Koto Alang memulai perang dengan kerajaan Kancil Putih di bukit Selasih tapi akhirnya kalah dari Kandis.

Tak ingin diperintah Kandis, Aur Kuning pun pindah ke Jambi dan beberapa Patih serta Tumenggungnya memilih kabur ke Merapi (Sumatera Barat) atau Minangkabau. Di tanah Minang, sang Patih mendapat gelar Datuak Partatiah nan Sabatang dan sang Tumenggung bergelar Datuak Katumanggungan yang akhirnya melahirkan dasar adat Minangkabau.

Kandis Adalah Atlantis?

Melihat peninggalan kerajaan Kandis, tampak begitu mirip dengan sketsa kerajaan Atlantis dalam mitos Yunani Timeus dan Critias karya Plato (360 SM). Dalam tambo (cerita turun temurun) masyarakat Lubuk Jambi yakin kalau istana Dhamna masih ada tapi tertimbun hutan lebat. Tampak begitu identik dengan kisah Atlantis, benua yang hilang. Atlantis sendiri adalah negeri subur nan makmur tapi hancur karena bencana alam dan mungkin di karenakan masyarakatnya yang sudah sangat sering bermain Situs Judi Online pada zaman kerajaan kandis.

Kendati begitu minim bukti-bukti sejarahnya, Kandis tetap diyakini sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Lepas dari kebenaran mengenai keturunan Alexander Yang Agung, kerajaan Kandis ikut berperan serta dalam cikal bakal peradaban masyarakat Tanah Air.

5 Fakta Kerajaan Majapahit Yang Banyak Dilupakan Sejarah

5 Fakta Kerajaan Majapahit Yang Banyak Dilupakan Sejarah

Full Subject – Kalau bicara mengenai sejarah Indonesia, tentu tak akan bisa melupakan yang namanya kerajaan Majapahit. Bukan hanya masyarakat Tanah Air, Majapahit adalah kerajaan yang begitu termahsyur di kawasan Asia bahkan dikenal sejarawan dunia. Konon disebut sebagai kerajaan terbesar yang pernah berkuasa di Indonesia, wilayah kepemilikan Majapahit kabarnya tersebar dari Sabang sampai Merauke hingga daerah Asia Tenggara.

Namun sayang, bukti fisik dari sisa-sisa kerajaan Majapahit sangatlah sedikit. Sejauh ini sejarawan menggunakan bukti utama dari Pararaton alias Kitab Raja-Raja yang berbahasa Kawi serta Nagarakertagama, puisi Jawa kuno yang ditulis di masa keemasan Majapahit saat Hayam Wuruk memerintah. Beruntung beberapa prasasti Jawa kuno hingga catatan sejarah dari Tiongkok merekam keberadaan Majapahit.

Kendati begitu, Majapahit tetap memiliki daya tarik luar biasa. Masih ada banyak sekali fakta-fakta mengejutkan dan misterius Majapahit yang seolah dilupakan sejarah. Berikut ini beberapa di antaranya yang layak Anda ketahui.

Bendera Majapahit Indonesia

Sebagai sebuah kerajaan besar, Majapahit jelas memiliki lambang dan bendera kerajaan. Jika lambangnya adalah Surya yang merupakan matahari bersudut delapan berbentuk diagram kosmologi dewa-dewa Hindu, bendera kerajaan Majapahit begitu lekat oleh Indonesia karena berwarna merah-putih. Saat itu warna merah-putih diyakini sebagai lambang nasionalisme sejati dan kecintaan pada Bhumi Pertiwi.

Agama Resmi

Agama resmi dari Majapahit adalah Hindu aliran Siwa dan Buddha yang akhirnya memunculkan aliran Shiva Buddha. Bahkan nama Majapahit diambil dari nama pohon kesayangan dewa Siwa yakni pohon Bilva/Vilva yang di tanah Jawa dikenal dengan nama pohon Maja yang berasa pahit. Maja yang pahit ini dianggap sebagai pohon suci bagi penganut agama Shiva Buddha.

Kejayaan Dimulai Perempuan

Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya, menantu dari Kertanagara, raja terakhir Singosari. Tepatnya pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka atau 10 November 1293, Wijaya resmi dinobatkan sebagai raja Majapahit pertama. Meskipun begitu, masa kejayaan Majapahit dimulai saat Tribhuwana Wijayatunggadewi menjadi ratu. Tribhuwana sendiri adalah saudari dari Jayanegara, raja kedua sekaligus putra dari Wijaya.

Tahun 1328 Jayanegara dibunuh oleh Tanca, tabib pribadinya. Seharusnya Gayatri Rajapatni, sang ibu tiri yang menggantikannya memimpin Majapahit. Tetapi Gayatri lebih memilih meninggalkan istana dan menjadi bhiksuni. Tribhuwana memilih Gajah Mada sebagai Mahapatih dan dirinya digantikan sang putra kebanggaan, Hayam Wuruk, yang membawa Majapahit ke puncak kejayaan

Kehancuran Dimulai Perempuan

Brawijaya V atau raden Kertabhumi memimpin sejak 1468 dan tergoyahkan karena dua sosok perempuan. Pertama adalah Tan Eng Kian, putri Kaisar China dan kedua adalah Anarawati, putri cantik jelita dari kesultanan Champa. Kedatangan Anarawati membuat Kertabhumi kehilangan wibawa hingga melupakan Eng Kian. Anarawati memang datang untuk menghancurkan Majapahit dari dalam dan menyebarkan Islam.

Sekedar informasi, Eng Kian yang hamil tua itu akhirnya melahirkan Jin Bun yang kemudian dikenal sebagai Raden Patah, raja Demak pertama. Setelah kematian Kertabhumi, Majapahit hanya dipimpin oleh dua raja dan kekuatan mereka pun pudar hingga hancur.

Misteri Peninggalan Majapahit

Hingga saat ini ada banyak sekali peninggalan kerajaan Majapahit yang menjadi misteri. Salah satunya adalah desa Kemasan yang konon di dalam tanahnya berisi emas beserta situs harta karun sisa Majapahit.

Melihat beberapa fakta yang ada, terbukti kalau Majapahit memang mempunyai perjalanan peradaban luar bisa sejak 1293-1478. Tak heran kalau hingga saat ini, peninggalan kerajaan Majapahit tetap menjadi sesuatu yang misterius dan bikin penasaran para arkeolog.