Tak Banyak Yang Tahu Ini 5 Fakta Kerajaan Sriwijaya

Tak Banyak Yang Tahu Ini 5 Fakta Kerajaan Sriwijaya

Full Subject – Sejarah Indonesia tak lepas dari yang namanya kerajaan-kerajaan kuno dengan salah satunya ialah kerajaan Sriwijaya. Yap, jauh sebelum masa kemerdekaan dan hidup bersama dalam satu bendera Merah Putih, Indonesia adalah kepulauan yang banyak dikuasai kerajaan. Pengaruh budaya, tradisi dan peninggalan kerajaan-kerajaan kuno itulah yang membentuk bagaimana kebudayaan Tanah Air hingga saat ini.

Di pulau Sumatera, kerajaan yang begitu dikenal adalah Sriwijaya. Dalam bahasa Sanskerta, Sri pada kata Sriwijaya bermakna gemilang sementara Wijaya adalah kemenangan atau kejayaan. Sehingga bisa diartikan kalau Sriwijaya adalah kemenangan yang gilang-gemilang dan dibuktikan lewat pencapaian hebat kerajaan Sriwijaya.

Dalam berbagai bukti sejarah, Sriwijaya awalnya dipengaruhi budaya India lalu Hindu dan akhirnya kerajaan Sriwijaya menganut agama Buddha serta berperan aktif dalam penyebarannya di Nusantara. Konon kekuasaan Sriwijaya membentang dari Kamboja, Thailand selatan, Semenanjung Malaya, pulau Sumatera hingga Jawa Barat dan Jawa Tengah. Supaya Anda lebih mengenal, berikut ini adalah lima fakta sejarah Sriwijaya.

Tahun Berdiri Misterius

Meskipun dianggap sebagai salah satu kerajaan kuno paling berpengaruh di Indonesia hingga Asian Tenggara, tahun pasti berdirinya Sriwijaya sangat misterius. Hingga saat ini bukti tertua yang pernah ditemukan justru dari China. Di mana pada tahun 682 M, seorang pendeta Tiongkok dari Dinasti Tang bernama I Tsing sempat singgah selama enam bulan d Sriwijaya sebelum belajar agama Buddha di India.

Selama di Sriwijaya, Tsing belajar bahasa Sanskerta dan mengetahui kalau Sriwijaya saat itu dipimpin oleh Dapunta Hyang. Hal ini diperkuat dengan prasasti Kedukan Bukit (683 M) di Palembang mengenai Dapunta Hyang yang membawa 20 ribu tentara berhasil menaklukan beberapa wilayah selama 8 hari. Sehingga disimpulkan bahwa kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 dengan raja pertamanya Dapunta Hyang.

Armada Laut Sangat Kuat

Masa kejayaan Sriwijaya terjadi pada abad kesembilan hingga kesepuluh masehi sejak raja Balaputeradewa. Saat itu Sriwijaya begitu berkuasa atas jalur perdagangan maritim di selat Malaka dan selat Sunda. Karena sebagai pengendali rute perdagangan rempah, Sriwijaya membebani bea dan cukai setiap kapal dan hidup kaya raya. Hal ini pula yang membuat armada laut Sriwijaya begitu dikatkuti dan sangat kuat.

Cikal Bakal Bahasa Indonesia

Masyarakat Sriwijaya saat itu menggunakan bahsa sanskerta dan melayu kuno termasuk dalam kegiatan perdagangan. Karena kekuasaan Sriwijaya yang kuat dalam hal perdagangan, bahasa melayu kuno pun tersebar hingga Semenanjung Malaya. Hingga akhirnya melayu kuno itupun terus berkembang dan menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.

Ibukota Pindah ke Yogyakarta

Tak banyak yang tahu kalau ibukota Sriwijaya bukanlah Palembang saja. Karena sebelum Balaputradewa berkuasa, ibukota Sriwijaya pernah pindah ke Jawa, tepatnya di Yogyakarta. Perpindahan itu terjadi di masa pemerintahan raja Dharanindra Sanggramadhananjaya (Rakai Panangkaran) pada 775, raja Samaragrawira (Rakai Warak) saat tahun 782 dan raja Samaratungga (Rakai Garung) di era 792.

Runtuh Karena Majapahit

Kendati begitu digdaya, Sriwijaya akhirnya runtuh juga akibat dari kekalahan judi online. Kemunduran Sriwijaya bermula di tahun 990 M saat raja Dharmawangsa di Jawa mengirimkan bala tentaranya. Lalu Kerajaan Colamandala menyulut api perang di bawah perintah Rajendra Chola I tahun 1025. Tak berhenti, kerajaan Singosari juga melakukan ekspedisi Pamalayu ke wilayah kekuasan Sriwijaya. Puncaknya, Majapahit menyerang Sriwijaya tanpa ampun tahun 1477 M.

Kini Sriwijaya memang tinggal sejarah. Namun peninggalan yakni candi-candi luar biasa masih bisa ditemukan di berbagai wilayah bekas kekuasaannya. Situs-situs sejarah ini seolah bukti kalau kerajaan Sriwijaya punya pengaruh besar dalam perkembangan Indonesia.