Tsunami Aceh 2004, Sejarah di Indonesia Yang Masih Membuat Dunia Berduka

Tsunami Aceh 2004, Sejarah di Indonesia Yang Masih Membuat Dunia Berduka

Full Subject – Tanggal 26 Desember adalah hari peringatan salah satu pengalaman kelam sejarah di Indonesia, kalau masih ingat pada pukul 7.59 waktu setempat, gempa berkekuatan 9,1 hingga 9.3 skala Richer mengguncang dasar laut bagian barat daya Sumatra berjarak 20 sampai 25 km lepas pantai. Hanya dalam hitungan jam, gelombang tsunami akibat gempa tersebut mencapai daratan Afrika dan sialnya berhasil meluluh lantakkan kota Aceh yang dikenal sebagai kota Serambi Mekah tersebut.

Sejarah di Indonesia mencatat 126 ribu orang meninggal dalam tragedi naas ini, harta benda tak terselamatkan lagi, hingga akhirnya PPB pun mengatakan bahwa bencana Aceh adalah salah satu bencana kemanusiaan maha dahsyat yang pernah terjadi.

Tsunami Aceh 2004, Sejarah di Indonesia Yang Masih Membuat Dunia Berduka

Tsunami Aceh 2004, Sejarah di Indonesia Yang Masih Membuat Dunia Berduka

Ribuan tokoh dunia berbondong-bondong untuk memberikan bantuan kepada kota ini. Ribuan elemen masyarakat dari seluruh dunia mengucapkan “pray for Aceh” dan menjadi trending world wide selama beberap pekan, ratusan ribu relawan datang untuk mengembalikan kota syariat Islam ini seperti sedia kala.

Walaupun tidak mudah, tetapi sejarah di Indonesia memberitakan tidak ada trauma psikis yang dialami oleh para korban yang berhasil selamat dari bencana super dahsyat ini. Untuk itu mari kita menilik segelintir tokoh dunia yang ikut membantu sejarah tsunami Aceh 2004 ini.

Sejarah di Indonesia Sebut Koffi Annan Orang Pertama Yang Melakukan Press Release

KOFFI ANNAN

KOFFI ANNAN

Pada tanggal 30 Desember, sejarah di Indonesia menyebut Koffi Annan yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jendral PBB mendorong sekutu-sekutu PBB untuk mengirimkan bantuan dan menyebut jumlah korban sekitar 115 ribu orang tewas.

Dengan kekuasan yang dimilikinya saat itu, sejarah di Indonesia memberitakan bahwa Koffi Annan datang langsung meninjau dengan helikopter untuk meninjau kerusakan di sekitar kota Banda Aceh dan Meulaboh.

Dengan bantuan militer Jerman Bunderswehr bersama Koffi Annan, mereka berhasil mendirikan pusat komando multinasional dan juga pesawat-pesawat militer yang dialihfungsikan sebagai klinik darurat. Sejarah di Indonesia menyebutkan, bantuan dari Sekjen PBB tersebut berhasil memudahkan penyaluran bantuan kepada seluruh korban bencana.

Sultan Brunai Hassanal Bolkiah Aktif Salurkan Dana dan Obat-Obatan
Sultan Brunai Hassanal Bolkiah

Sultan Brunai Hassanal Bolkiah

Sejarah di Indonesia tentang tsunami Aceh ini mengakibatkan duka yang mendalam bagi negara serumpun muslimnya yaitu Brunai Darussalam. Dengan pesawat pribadinya, Sultan Hassanal Bolkian mendarat di bandara Sultan Iskandar Muda pada tanggal 1 Februari 2005.

Penguasa negara Brunai yang tekenal tegas ini menyusuri tempat-tempat pengungsian terlebih dahulu kemudian menuju lokasi-lokasi kerusakan akibat gelombang tsunami.

Sejarah di Indonesia mengatakan Sultan Brunai ini juga mengunjungi pasar Lambaro, salah satu lokasi yang masih berdiri kokoh meski dihantam gulungan ombak tsunami pada tanggal 24 Desember lalu.

Sejarah di Indonesia menyebutkan Brunai adalah salah satu negara yang aktif langsung dalam penyaluran bantuan, obat-obatan, dan juga mengirim ratusan relawan.

Kunjungan Mantan Presiden Amerika Bill Clinton dan George Bush
Bill Clinton dan George Bush

Bill Clinton dan George Bush

Sejarah di Indonesia menyebutkan mantan presiden Amerika ini datang meninjau kota Aceh sebagai utusan khusus PBB yang bertanggung jawab dalam meninjau kontrusksi pembangunan untuk pemulihan kota Aceh. Bill Clinton dan George Bush datang pada Februari 2005 langsung mengunjungi barak-barak pengungsian di desa Lampuk, Kajhu, Cot Paya, dan Aceh Besar.

Tidak berhenti disitu, sejarah di Indonesia juga menyatakan bahwa pidato Bill Clinton pada saat itu bertujuan untuk mengapresiasi pembanguan dan pemulihan kota Aceh sehingga bantuan untuk kota Serambi Mekah ini semakin lancar karena fokus mereka adalah untuk segera merampungan perbaikan kota.

Jackie Chan Salurkan Bantuan Untuk Anak-Anak Korban Tsunami
Jackie Chan

Jackie Chan

Aktor serba bisa asal Hongkong ini menurut sejarah di Indonesia tentang bantuannya terhadap kota Aceh dilakukan pada April 2005. Jackie Chan datang untuk menyalurkan bantuan kepada anak-anak korban tsunami, tidak lupa dia juga menghabiskan waktu di barak pengungsian korban untuk menghibur mereka dengan memperlihatkan aksi akrobat bela dirinya.

Pada saat itu sejarah di Indonesia mencatat bahwa Jackie Chan datang bersama 33 orang lainnya, dan salah satunya adalah Miss World 2004 bernama Maria Julia Mantilla Garcia dari Peru.

Setelah menyelesaikan kunjungannya, catatan dari sejarah di Indonesia juga menuliskan Jackie Chan tidak langsung pulang ke Hongkong tetapi malah bertolak ke Jakarta dalam acara penggalangan dana di Balai Sudirman, Jakarta yang bertema “The Lost Aceh”.

Christiano Ronaldo Angkat Anak Korban Tsunami
Christiano Ronaldo

Christiano Ronaldo

Seorang kru televisi Inggris Sky News yang tengah meliput berita tentang tsunami Aceh menemukan seorang anak laki-laki yang mengapung di laut. Sejarah di Indonesia mengatakan, anak laki-laki tersebut diketahui bernama Martunis yang pada saat itu mengenakan kaos tim nasional Portugal bernomor 7 yaitu nomer punggung milik Christian Ronaldo.

Sejarah menyebutkan dirinya datang ke Aceh karena merasa kagum dengan semangat hidup Martunis, dan pada tanggal 11 Juni 2005 dia datang ke Aceh untuk bertemu Martunis dan memberikan undangan resmi berkunjung ke Portugal dan berlatih di klub bekas Christiano Ronaldo.

Tsunami sempat membuat semua mata dan hati di dunia tertuju padanya. Hingga Situs Togel SGP turut membantu dalam bencana di aceh. Meskipun bencana ini adalah Sejarah di Indonesia yang sangat kelam, setidaknya melalui peristiwa inilah dibuktikan sisi kemanusiaan dunia masih sangat kental.

5 Fakta Sejarah Kerajaan Kandis, Bukti Atlantis Yang Hilang

5 Fakta Sejarah Kerajaan Kandis, Bukti Atlantis Yang Hilang

Full Subject – Alih-alih Kutai yang muncul di Kalimantan Timur pada abad keempat sebagai yang tertua, kerajaan Kandis disinyalir sebagai kerajaan paling kuno di Indonesia. Meskipun memang dibandingkan Kutai, nama Kandis jauh lebih tidak dikenal. Hingga saat ini, keberadaan Kandis masih jadi perdebatan karena bukti sejarah yang ada sungguh minim. Kurangnya bukti ini juga lantaran Kandis diyakini sudah ada jauh sebelum tahun masehi dimulai.

Mitologi Minangkabau kuno meyakini kalau salah satu putra Iskandar Zulkarnain yang diyakini sebagai Alexander Yang Agung yakni Maharaja Diraja adalah raja pertama di Nusantara yang di masa lampau dijuluki pulau Emas. Sementara dua saudara lainnya yakni Maharaja Alif berkuasa di benua Ruhum Eropa dan Maharaja Dipang di negeri China sana. Untuk Maharaja Diraja sendiri, diyakini bahwa dirinya adalah pendiri kerajaan Kandis.

Berikut ini adalah fakta-fakta sejarah Kandis yang hingga kini masih diperdebatkan kebenarannya.

Kerajaan Tertua di Indonesia

Di desa Padang Candi yang terletak di kelurahan Lubuk Jambi, kabupaten Kuantan Singingi di provinsi Riau sana, ada reruntuhan bangunan dan batu-bata kuno. Diyakini kuat kalau itu adalah bekas bangunan pemujaan di masa sebelum masehi dan sudah berusia ratusan tahun lampau. Hal inilah yang meyakini kalau Kandis adalah kerajaan tertua di Nusantara, lebih kuno daripada kerajaan Melayu Jambi, Salakanegara hingga Kutai.

Pusat Kerajaan Misterius

Dalam mitos Lubuk Jambi, disebutkan kalau Maharaja Diraja tiba di Nusantara dengan berlabuh di Bukit Bakar/Bukit Bakau dan membangun istana Dhamna. Daerah yang hijau subur dengan sungai jernih itu jadi pusat kerajaan Kandis. Lewat analisis topografi modern, diyakini kalau Kandis ada di hutan adat Lubuk Jambi, kini hutan lindung Bukit Betabuh. Hal ini diperkuat dengan penemuan batuan karst sebelum Bukit Bakar.

Hancur Diserang Melayu Jambi

Konon kabarnya, Kandis hancur karena serangan kerajaan Melayu Jambi. Saat itu pasukan Jambi melabuhkan perahu-perahu mereka di sebuah lubuk. Sekedar informasi, lubuk dalam bahasa melayu kuno diyakini sebagai bagian sungai yang dalam. Pasukan tentara Jambi memanfaatkan lubuk sebagai pangkalan saat menyerang Kandis.

Pencetus Sejarah Minangkabau

Mitos kehancuran Kandis juga memberikan pengaruh ke masyarakat Minangkabau. Di mana saat itu di sekitar Kandis muncul kerajaan-kerajaan baru salah satunya adalah Koto Alang di Botung (desa Sangau) yang dipimpin raja Aur Kuning. Koto Alang memulai perang dengan kerajaan Kancil Putih di bukit Selasih tapi akhirnya kalah dari Kandis.

Tak ingin diperintah Kandis, Aur Kuning pun pindah ke Jambi dan beberapa Patih serta Tumenggungnya memilih kabur ke Merapi (Sumatera Barat) atau Minangkabau. Di tanah Minang, sang Patih mendapat gelar Datuak Partatiah nan Sabatang dan sang Tumenggung bergelar Datuak Katumanggungan yang akhirnya melahirkan dasar adat Minangkabau.

Kandis Adalah Atlantis?

Melihat peninggalan kerajaan Kandis, tampak begitu mirip dengan sketsa kerajaan Atlantis dalam mitos Yunani Timeus dan Critias karya Plato (360 SM). Dalam tambo (cerita turun temurun) masyarakat Lubuk Jambi yakin kalau istana Dhamna masih ada tapi tertimbun hutan lebat. Tampak begitu identik dengan kisah Atlantis, benua yang hilang. Atlantis sendiri adalah negeri subur nan makmur tapi hancur karena bencana alam dan mungkin di karenakan masyarakatnya yang sudah sangat sering bermain Situs Judi Online pada zaman kerajaan kandis.

Kendati begitu minim bukti-bukti sejarahnya, Kandis tetap diyakini sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Lepas dari kebenaran mengenai keturunan Alexander Yang Agung, kerajaan Kandis ikut berperan serta dalam cikal bakal peradaban masyarakat Tanah Air.