5 Fakta Kerajaan Majapahit Yang Banyak Dilupakan Sejarah

5 Fakta Kerajaan Majapahit Yang Banyak Dilupakan Sejarah

Full Subject – Kalau bicara mengenai sejarah Indonesia, tentu tak akan bisa melupakan yang namanya kerajaan Majapahit. Bukan hanya masyarakat Tanah Air, Majapahit adalah kerajaan yang begitu termahsyur di kawasan Asia bahkan dikenal sejarawan dunia. Konon disebut sebagai kerajaan terbesar yang pernah berkuasa di Indonesia, wilayah kepemilikan Majapahit kabarnya tersebar dari Sabang sampai Merauke hingga daerah Asia Tenggara.

Namun sayang, bukti fisik dari sisa-sisa kerajaan Majapahit sangatlah sedikit. Sejauh ini sejarawan menggunakan bukti utama dari Pararaton alias Kitab Raja-Raja yang berbahasa Kawi serta Nagarakertagama, puisi Jawa kuno yang ditulis di masa keemasan Majapahit saat Hayam Wuruk memerintah. Beruntung beberapa prasasti Jawa kuno hingga catatan sejarah dari Tiongkok merekam keberadaan Majapahit.

Kendati begitu, Majapahit tetap memiliki daya tarik luar biasa. Masih ada banyak sekali fakta-fakta mengejutkan dan misterius Majapahit yang seolah dilupakan sejarah. Berikut ini beberapa di antaranya yang layak Anda ketahui.

Bendera Majapahit Indonesia

Sebagai sebuah kerajaan besar, Majapahit jelas memiliki lambang dan bendera kerajaan. Jika lambangnya adalah Surya yang merupakan matahari bersudut delapan berbentuk diagram kosmologi dewa-dewa Hindu, bendera kerajaan Majapahit begitu lekat oleh Indonesia karena berwarna merah-putih. Saat itu warna merah-putih diyakini sebagai lambang nasionalisme sejati dan kecintaan pada Bhumi Pertiwi.

Agama Resmi

Agama resmi dari Majapahit adalah Hindu aliran Siwa dan Buddha yang akhirnya memunculkan aliran Shiva Buddha. Bahkan nama Majapahit diambil dari nama pohon kesayangan dewa Siwa yakni pohon Bilva/Vilva yang di tanah Jawa dikenal dengan nama pohon Maja yang berasa pahit. Maja yang pahit ini dianggap sebagai pohon suci bagi penganut agama Shiva Buddha.

Kejayaan Dimulai Perempuan

Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya, menantu dari Kertanagara, raja terakhir Singosari. Tepatnya pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka atau 10 November 1293, Wijaya resmi dinobatkan sebagai raja Majapahit pertama. Meskipun begitu, masa kejayaan Majapahit dimulai saat Tribhuwana Wijayatunggadewi menjadi ratu. Tribhuwana sendiri adalah saudari dari Jayanegara, raja kedua sekaligus putra dari Wijaya.

Tahun 1328 Jayanegara dibunuh oleh Tanca, tabib pribadinya. Seharusnya Gayatri Rajapatni, sang ibu tiri yang menggantikannya memimpin Majapahit. Tetapi Gayatri lebih memilih meninggalkan istana dan menjadi bhiksuni. Tribhuwana memilih Gajah Mada sebagai Mahapatih dan dirinya digantikan sang putra kebanggaan, Hayam Wuruk, yang membawa Majapahit ke puncak kejayaan

Kehancuran Dimulai Perempuan

Brawijaya V atau raden Kertabhumi memimpin sejak 1468 dan tergoyahkan karena dua sosok perempuan. Pertama adalah Tan Eng Kian, putri Kaisar China dan kedua adalah Anarawati, putri cantik jelita dari kesultanan Champa. Kedatangan Anarawati membuat Kertabhumi kehilangan wibawa hingga melupakan Eng Kian. Anarawati memang datang untuk menghancurkan Majapahit dari dalam dan menyebarkan Islam.

Sekedar informasi, Eng Kian yang hamil tua itu akhirnya melahirkan Jin Bun yang kemudian dikenal sebagai Raden Patah, raja Demak pertama. Setelah kematian Kertabhumi, Majapahit hanya dipimpin oleh dua raja dan kekuatan mereka pun pudar hingga hancur.

Misteri Peninggalan Majapahit

Hingga saat ini ada banyak sekali peninggalan kerajaan Majapahit yang menjadi misteri. Salah satunya adalah desa Kemasan yang konon di dalam tanahnya berisi emas beserta situs harta karun sisa Majapahit.

Melihat beberapa fakta yang ada, terbukti kalau Majapahit memang mempunyai perjalanan peradaban luar bisa sejak 1293-1478. Tak heran kalau hingga saat ini, peninggalan kerajaan Majapahit tetap menjadi sesuatu yang misterius dan bikin penasaran para arkeolog.